Tampilkan postingan dengan label 17 keatas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 17 keatas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Tips Trik Orgasme di Malam Pertama


Seks Suatu Pengalaman Menjadi Sedaging
Seorang pria akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kalimat ini tercatat dalam literatur kuno yang telah berumur ribuan tahun, dan tampak secara implisit betapa hubungan seksual adalah tanda ikatan seumur hidup – menjadi satu daging – dari seorang pria dan seorang wanita yang mengikatkan diri dalam komitmen pernikahan.

Pernikahan Menuntut Kemandirian
Dalam naskah yang sama, tercatat bahwa seorang pria harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk bersatu dengan istrinya. Secara tersirat kata meninggalkan, yang memiliki arti sama dengan berpisah untuk menjalani hidup baru memiliki makna adanya kemandirian-kedewasaan untuk memikul tanggung jawab dalam kehidupan yang hendak dijalani.

Bisa juga dikatakan dalam kalimat lain, betapa seks yang terjadi dalam ikatan pernikahan adalah suatu hadiah yang boleh dinikmati oleh pria dan wanita yang telah dewasa, telah mandiri dan mampu bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri dan sama-sama telah mengambil komitmen untuk menjalani kehidupan bersama dalam ikatan yang penuh cinta kasih, kemurnian dan kesetiaan.

Dewasa secara fisik, dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimal yang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel telur yang memadai pada wanita.
Dewasa secara psikologis, yang ditandai dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan, serta mampu menjalani hubungan interdependensi untuk mencapai tujuan-tujuan bersama dalam pernikahan.

Dewasa secara sosial-ekonomi ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk membiayai kebutuhan hidup yang layak sebagai suami-istri. Tentu hal ini terkait dengan adanya pekerjaan yang jelas serta penghasilan yang tetap, serta kesadaran akan meningkatnya biaya kehidupan dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya anggota keluarga karena proses reproduksi dalam aktifitas seksual yang terjadi. Tempat tinggal yang mandiri, sangatlah penting, disamping untuk melatih dan memperkuat kemampuan untuk hidup makin dewasa dan mandiri, tempat tinggal yang tersendiri juga memberi ruang bagi kebutuhan akan privacy yang sangat diperlukan untuk meningkatkan intensitas kehangatan dan kemesraan dalam ikatan seksual yang penuh kemurnian.

Manfaat lain tentu untuk mengurangai kemungkinan friksi dengan anggota keluarga lain jika harus tinggal serumah dengan keluarga besar. Karena itu idealnya, mereka yang mau menikah sedapat-dapatnya memiki tempat tinggal pribadi, yang bisa didapatkan dengan cara membeli atau setidaknya kontrak, karena naskah yang kita kutip menasehatkan bahwa seorang pria harus meninggalkan ayah dan ibunya unrtuk bersatu dengan istrinya, bukan?

Malam Pertama, Antara Gairah dan Kecemasan
Keinginan untuk saling berdekatan, bermesraan, berbagi kehangatan dan kenikmatan seksual tentu dimiliki oleh pria dan wanita yang saling mencintai dan ingin mengikatkan diri dalam ikatan pernikahan. Gairah ini akan semakin kuat seiring dengan berjalannya waktu dan semakin dekatnya saat pernikahan. Seolah masing-masing tidak sabar untuk menunggu saat dimana pengalaman menjadi satu daging menjadi suatu kenyataan.
Namun kecemasan yang datang tanpa diundang, seringkali menyelinap dalam relung hati sepasang kekasih yang ada dalam masa penantian. Berbagai kegalauan muncul, mampukah melakukannya dengan benar? Tidakkah kekasihku akan kesakitan? Serta, bagaimana bila tidak ada tanda-tanda keperawanan?

Orgasme Di Malam Pertama, Mungkinkah?
Orgasme adalah puncak dari proses rangsangan seksual yang terjadi pada seseorang. Saat mengalami orgasme, seseorang akan merasakan suatu sensasi yang khas yang sulit untuk diuraikan. Secara faali setidaknya akan dikeluarkan dua neurotransmitter dari susunan saraf pusat yang membuat orang yang mengalaminya merasakan suatu pengalaman orgasme yang khas.

Pertama, endorphin, zat ini memiliki sifat analgetik yaitu mampu menghilangkan rasa lelah dan pegal-pegal dalam tubuh sehingga orang yang mengalami orgasme, setelah terbangun dari tidur akan merasakan tubuh yang lebih bugar.

Kedua, serotonin, zat ini memiliki sifat seperti antidepressant ,yaitu suatu jenis zat yang bila diberikan pada seseorang akan mengakibatkan orang tersebut dikurangi atau dihilangkan rasa tegang dalam kejiwaannya, sehingga dia akan lebih nyaman dan rileks.. Bila proses ini berjalan tanpa hambatan, orgasme pada malam pertama sangat mungkin dirasakan. Adapun hambatan yang biasanya ada pada malam pertama adalah, hambatan fisik, dalam hal ini terkait dengan sempitnya introitus vagina karena belum adanya pengalaman seksual sebelumnya dan tidak jarang ditambah dengan adanya hymen yang masih utuh.

Hambatan ini bisa diatasi dengan kesabaran. Tambahan jeli pelumas bahkan anesthesia topical seringkali sangat berguna untuk mempermudah penetrasi dan mengurangi rasa sakit yang kadang dirasakan. Hambatan kedua adalah hambatan psikologis. Rasa cemas, kuatir, takut, atau harapan-harapan yang tidak realistis seperti harus adanya darah pada malam pertama, seharusnya perasaan-perasaan seperti ini tidak perlu ada, dan bila telah terlanjur ada lewatilah malam pertama sealami mungkin, tanpa ketergesah-gesahan. Sebagai contoh anda bisa mengawalinya dengan berjalan-jalan berdua atau sekedar mencari makan diluar, lalu lanjutkan dengan suasana yang penuh kehangatan sampai kembali berdua ke kamar dan menjadi satu daging. Lingkungan kadang juga menjadi faktor penghambat, misalnya ada banyak tamu yang berkunjung di rumah dimana malam pertama akan dilakukan, tentu hal ini sangat mengganggu privacy.

Honeymoon, diluar kota bisa menjadi solusi yang baik dari kondisi ini. Hambatan lain yang kadang bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk mencapai orgasme pada malam pertama adalah hambatan spiritual, dalam hal ini pemahaman spiritual yang tidak tepat , misal menganggap hubungan seks sebagai suatu dosa. Konsep semacam ini harus diperbaharui, seks dalam pernikahan bukan suatu dosa, tetapi anugrah yang melaluinya Pencipta memberi kenikmatan yang amat indah sekaligus peluang untuk menjadi orang tua melalui proses prokreasi yang dikerjakanNya. Melalui seks pula Pencipta mengajarkan bagaimana suami-istri membangun suatu relasi yang akan semakin memperdalam hubungan cinta kasih mereka.

Seks Meterai Komitmen Seumur Hidup
Seorang pria akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Karena itu apa yang telah disatukan oleh Pencipta, tidak boleh diceraikan oleh manusia. Seks, adalah suatu hubungan antara seorang pria dan wanita yang begitu mendalam, bukan hanya dalam aspek fisik namun juga aspek psikis bahkan spiritual.
Hubungan ini begitu eratnya, sampai digambarkan seperti pertautan dua sisi lembar uang kertas. Bila lembaran yang telah menyatu ini dicoba untuk dilepaskan maka pasti ada robekan diantara keduanya, dan setelah itu uang yang bersangkutan tidak lagi memiliki nilai. Itu sebabnya Pencipta tidak menghendaki adanya perceraian. Masalah memang pasti ada dalam setiap perkawinan, namun selalu pula ada jalan keluar didalamNya.

10 Tanda Kecanduan Seks


Problem seks sangat beragam. Gangguan bisa dimulai dari hasrat yang tidak menyala, sakit saat berhubungan intim, hingga gangguan ereksi. Banyak di antara gangguan itu dapat diatasi menggunakan obat dan terapi. Namun, salah satu gangguan seks yang tergolong sulit dihadapi adalah kecanduan.
 
Kecanduan seks (sexual addiction) sering dianggap bukan merupakan masalah bagi banyak orang. Padahal, bagi penderita dan pasangan hidupnya, gangguan itu bisa sangat merusak. Tidak hanya merusak kehidupan pribadi penderitanya, tetapi juga lingkungan sosial, keluarga, dan terutama pasangan hidup penderita (baca boks: Bentuk Kecanduan dan Akibatnya).

Menurut para ahli, kecanduan seksual adalah kegiatan seks yang sesuai ukuran kelaziman tergolong di luar kendali. Pengidap kecanduan seks merasa terdorong untuk mendapatkan dan membenamkan diri dalam kegiatan seksual, meski menyadari semua risiko yang mungkin dihadapi. 

Seks bisa menimbulkan kecanduan sebagaimana alkohol dan obat-obat terlarang. Saat berkegiatan seks, tubuh melepaskan senyawa kimia yang membuat tubuh kita menjadi nyaman. Sejumlah orang menjadi kecanduan untuk mengeluarkan senyawa kimia ini dan menjadi terobsesi untuk mendapatkan lagi dan lagi dan lagi, rasa nyaman yang ditimbulkan.

Sebagaimana kecanduan terhadap yang lainnya, tubuh semakin terbiasa dengan terlepasnya senyawa kimia tersebut. Tubuh pecandu butuh jumlah yang semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak, yang artinya merasa butuh ngeseks terus, tak pernah ada puasnya.

Di antara terpenuhinya kebutuhan seksual dan senyawa kimia yang tinggi, muncullah keterpurukan. Hal ini sering dikenali dengan adanya perasaan malu, menyesal, menderita, memelas, dan gelisah. Pengidap kecanduan bisa merasa terpencil, terisolasi, dan tak berdaya untuk mengubah perilakunya. Nah, seiring dengan terus berputarnya lingkaran tak berujung itu, pengidap kecanduan terus berupaya mendapatkan seks sebagai upaya untuk melarikan diri dari perasaan yang membelenggu. 

Lebih dari 6 persen Menurut perkiraan konservatif, 3 hingga 6 persen dari populasi masyarakat mengidap kecanduan seks dan 20 persen di antaranya adalah wanita. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Namun, angka tiga hingga enam persen itu diperkirakan terlalu rendah dari jumlah pengidap sesungguhnya.

Mengingat kecanduan seks lazim disertai dengan perasaan malu dan tercela, menurut situs milik Dr Patrick Carnes, seorang konsultan dan pakar kecanduan seks terkemuka, www.sexhelp.com, pengidap jadi sering menemukan kesulitan untuk mendapatkan pertolongan. Karena alasan ini pula, tipe profil penderita kecanduan seks sulit didapatkan.

Sejak dibukanya internet dengan aneka jasa layanan seksual yang murah tanpa harus membuka identitas diri peminatnya, para ahli hanya bisa tahu bahwa pengidap kecanduan seks itu meningkat tajam tanpa tahu persis jati diri mereka.

Dengan terbatasnya layanan pertolongan bagi penderita, para ahli berpendapat jumlah penderita kecanduan seks itu akan terus meningkat. Lalu, seperti apakah tanda-tanda dari mereka yang menderita kecanduan seks? Dr Patrick Carnes mengisyaratkan adanya 10 kemungkinan tanda yang perlu diwaspadai:
  1. Merasakan bahwa perilaku Anda tidak terkendali.
  2. Sadar bisa muncul akibat yang parah bila Anda terus berlanjut dengan perilaku itu.
  3. Merasa tak sanggup menghentikan perilaku Anda meski sadar akan akibatnya.
  4. Tetap memburu kegiatan yang destruktif dan/atau berisiko tinggi itu.
  5. Terus berharap akan menghentikan atau mengendalikan apa yang Anda lakukan dan bertindak aktif untuk membatasi kegiatan berbahaya yang Anda lakukan.
  6. Menggunakan fantasi-fantasi seksual sebagai cara untuk mengatasi perasaan atau situasi sulit.
  7. Butuh ngeseks terus-menerus agar selalu merasa nikmat.
  8. Menderita akibat perasaan yang terus bergejolak di seputar kegiatan seks.
  9. Menghabiskan banyak waktu guna merencanakan, melakukan, atau menyesali dan melakukan lagi kegiatan seksual.
  10. Mengabaikan kegiatan sosial, kegiatan kantoran, dan kegiatan rekreasional yang penting demi seks. Perlu mengakui Bila Anda melihat ada salah satu dari tanda-tanda di atas yang terdapat dalam perilaku Anda, langkah terpenting yang dapat dilakukan adalah mengakui bahwa kecanduan seksual adalah suatu problem yang nyata dan tidak bisa hilang begitu saja atau akan hilang dengan sendirinya. Anda harus memilih sikap bertanggung jawab secara pribadi demi pulihnya gangguan yang bisa jadi sedang Anda alami.

Umumnya pengidap gangguan seks memang merasa kesulitan untuk mengubah sendiri perilaku mereka. Namun, setidaknya sedikit demi sedikit Anda harus mampu meminimalisasi perilaku sebagaimana tergambar pada tanda-tanda di atas meski kadang siklus datangnya dorongan untuk mengulangi perbuatan terlalu kuat untuk dilawan. Seorang terapis profesional dapat membantu Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi dan mendorong Anda mengambil langkah untuk berubah menuju ke gaya hidup seksual yang lebih sehat.

Sebaliknya, bila Anda menduga bahwa pasangan hidup Anda adalah penderita kecanduan seks, sudah seharusnya Anda membantu untuk mengubah perilaku tersebut. Sikap mental yang perlu Anda persiapkan untuk diri sendiri adalah, tak seorang pun akan sembuh dari kecanduan kecuali menerima bahwa mereka mengidap suatu gangguan dan ingin berubah. Karena itu, bantulah memperkuat tekad pasangan Anda yang kecanduan agar semakin kuat kemauannya untuk melakukan perubahan.

Memang repot, menyakitkan, dan membingungkan punya pasangan yang kecanduan seks. Kalau di masyarakat Barat, bahkan tersedia bantuan bagi mereka yang memiliki pasangan pecandu seks. Bantuan itu bisa bersifat pribadi maupun dalam bentuk kelompok pendamping (support group). Nah, meski di sini belum tersedia layanan seperti itu, Anda bisa ngintip-ngintip mencari wawasan, misalnya saja ke Sex Addicts Anonymous, situs internasional yang menyediakan informasi bantuan dari Inggris di www.saa-recovery.org atau di British Association of Sexual and Relationship Therapists, yang menawarkan direktori terapis seks pribadi di: www.basrt.org.uk. Bentuk kecanduan dan akibatnya Kecanduan seks dapat memperlihatkan berbagai bentuk, tetapi umumnya dikenali dari perilaku yang terasa di luar kendali. 

Perilaku ini mencakup:

a.    Menghabiskan banyak waktu untuk menikmati produk-produk pornografi
b.   Masturbasi tak terkendali
c.    Ekshibisionisme
d.   Voyeurisme
e.    Fetishes
f.     Seks berisiko tinggi
g.    Pelacuran
h.   Telepon seks dan ngeseks lewat internet
i.     Perselingkuhan
j.     Berhubungan seks dengan pasangan yang baru saat itu dikenal
Menurut Dr Carne, survei mengungkapkan akibat dari perilaku kecanduan seks, antara lain:
70 persen mengalami gangguan yang parah dengan pasangan hidupnya 40 persen kehilangan pasangan hidup 27 persen kehilangan peluang dalam karier 40 persen mengalami kehamilan yang tak diinginkan 72 persen terobsesi ingin bunuh diri 17 persen mencoba bunuh diri 68 persen terkena penyakit menular seksual.

Sumber : http://unic77.blogspot.com/2010/11/10-bahaya-kecanduan-seks.html

10 Ciri Wanita Idaman Pria


Dilansir dari Askmen. Pria buka mulut soal wanita idaman yg membuat mereka tergila-gila. 10 ciri-ciri wanita impian pria untuk menjadi kekasihnya:
  1. Wanita yg menjadikan anda pria lebih baik. Pada dasarnya seorang pria yang mempunyai kekasih atau istri yang hebat akan berkata pasangannya lah yang membuatnya ingin menjadi orang yang lebih baik.
  2. Wanita yang mencintai anda sepenuh hati. Jika anda menemukan wanita yang mencintai anda sepenuh hati, mau menerima anda apa adanya jangan sia-siakan dia. Tentunya setiap manusia itu mempunyaikebiasaan yang menjengkelkan, tapi jika ia mencintai anda sepenuh hati,pasti dia bisa memakluminya.
  3. 3.     Wanita yang cepat akrab dengan teman dan keluarga kekasihnya. Pacar yang baik sangat menghargai orang-orang yang dianggap penting bagi kekasihnya.
  4. Wanita yang bisa mengontrol emosi. Pada dasarnya semua wanita cenderung tukang ngomel. Pacar yang baik tau kapan waktunya menahan amarah n kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkannya.
  5. Wanita yang bisa menghargai kepribadian kekasihnya. Secara tak sadar kadang kepribadian pria berubah karena permintaan kekasihnya. Nah kekasih semacam inilah yang dihindari pria.
  6. Wanita yang menghormati kekasihnya. Hal ini penting!!. Pria akan senang jika punya pacar yang bisa menghargai n menghormatinya sebagai seorang lelaki.
  7. Wanita yang cantik. Layaknya istri, pacar yang hebat pastinya juga ingin terlihat cantik dimata kekasihnya.
  8. Wanita yang satu hati soal seks. Ketidak cocokan masalah seks bisa jadi problem yang mengganjal dalam hubungan anda.
  9. Wanita yang cerdas. Wanita yang cerdas akan mempunyai berbagai macam cara yang bisa membuat kekasihnya tidak bosan jika berada di dekatnya.
  10. Wanita yang mandiri. Tak ada seorang pria yang ingin menjadi baby sitter kekasihnya

Anda pengunjung yang ke