Tampilkan postingan dengan label Humor Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Pengutang yang bangkrut


Beberapa orang pedagang mengadukan seorang pelanggan kepada hakim. Mereka menuduh pelanggan itu tidak mau membayar harga barang yang telah diambilnya, bernilai jutaan rupiah.

Hakim bertanya kepada orang yang berhutang, “Bagaimanakah tanggapanmu terhadap tuduhan mereka?”

Tertuduh itu menjawab, “Apa yang merka tuduhkan memang benar, tetapi saya mohon agar mereka bersabar sampai saya dapat menjual lahan pertanian, unta, dan ternak saya.”

Mereka menjawab, “Dia berbohong pak Hakim! Demi Allah, sedikitpun dia tidak memiliki harta kekayaan.”
Si penghutang menjawab, “Pak hakim sudah mendengar sendiri kesaksian mereka tentang kebangkrutan say, lalu bagaimana pula mereka menuntut saya?” akhirnya hakim memutuskan bahwa tertuduh bebas.

Pengakuan seorang Penceramah


Seorang penceramah memberikan pelajaran dan nasihat dari atas mimbar. Pada kesempatan tanya jawab, seseorang bertanya kepadanya tentang suatu masalah. Tetapi dia menjawab: “tidak tahu”. Penanya balik berkata, “mimbar bukan tempat orang bodoh.” Sahut penceramah itu, “aku naik ke mimbar sebatas ilmuku.
Kalau aku naik mimbar sekadar kebodohanku, tentunya aku sudah sampai di langit.

Orang buta dan Istrinya


Ada seorang wanita yang bersuamikan orang buta. Dia berkata kepada suaminya, “ah… seandainya engkau dapat melihat cantiknya wajahku dan putihnya kulitku, pasti engkau akan kagum” Sang suami menjawab, “sekiranya kata-katamu itu benar, tentulah pria normal tidak akan membiarkan engkau menjadi istriku.”

Anak perempuan adalah rahasia ibunya


Ketika mengunjungi keluarga anaknya, seorang nenek memberi selembar uang kertas kepada cucu perempuannya. Uang itu diterima oleh sang cucu tanpa mengucapkan terima kasih.


Ibunya menegur, “apakah baik bagi anak seusia kamu menerima pemberian tetapi diam saja? Apa yang biasa ibu ucapkan apabila ayahmu memberi ibu uang?”

Anak itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Oh ya, kalau menerima uang dari ayah, ibu selalu bilang ‘apakah Cuma segini?’”

Menghadap ke mana?


Seorang bertanya kepada ulama ahli fatwa, jika aku telah menanggalkan seluruh pakaianku kemudian aku turun ke sungai untuk mandi, aku harus menghadap ke kiblat atau ke mana?
Ulama fatwa itu menjawab, “hendaknya kamu menghadap ke arah pakaianmu agar tidak dicuri orang?”

Adam masih di Surga


Seorang wanita berceramah di hadapan kaum pria dan wanita. Setelah memuji-muji pernaan dan jasa kaum wanita terhadap pria, ia berkata, “coba bapak-bapak pikirkan, bagaimanakah kiranya nasib pria kalau tidak ada kaum wanita?”

Dengan tenang, seorang pria menjawab, “tentunya, Adam masih berada si surga.”

Penipuan Terakhir


Seorang penipu ulung dalam keadaan sakit keras dan menjelang ajal. Hidupnya sebatang kara, tidak mempunyai keluarga dekat maupun jauh.

Ia merencanakan sesuatu agar mati secara terhormat, pemakamannya dilakukan secara layak, dan ia dihormati oleh orang banyak.

Maka ia berbisik kepada seorang kaya, “jika saya meninggal dunia, seluruh harta saya akan saya serahkan kepada anda. Harta itu saya simpan di bawah ubin ini. Dua hari sesudah saya meninggal, angkatlah ubin ini. Ambillah seluruhnya untuk anda. Halal dari saya.”

Orang kaya itu mempercayai kata-katanya. Setelah penipu ulung itu meninggal, maka ia menanggung semua biaya pemakaman jenazah orang itu.

Setelah penguburan jenazah, orang kaya itu menuju ubin tempat penyimpanan uang. Namun setelah ubin itu diangkat, di bawahnya tidak terdapat apa-apa.

Tetap dalam Islam


Dhahak bin muzaham bertanya kepada seorang nasrani, “mengapa kamu tidak masuk islam? Orang nasrani itu menjawab, “Karena saya masih suka minum khamar”
Dhahak kemudian berkata kepadanya, “Masuklah islam, lalu terserah kamu kalau kamu mau terus minum khamar.”
Sesudah si Nasrani itu masuk islam, beberapa waktu kemudian Dhahak berkata kepadanya, “Sekarang, sesudah menikmati keislamanmu, jika kamu masih tetap minum khamar, maka kamu bakal dicambuk. Dan jika kamu mrutad (kembali kafir), maka kamu bakal dihukum mati.” Akhirnya, orang nasrani itu tetap memegang keislamannya.

Keturunan Budak

Zaid bin Ali bin Abi Thalib dihadapkan kepada khalifah Hasyim bin Abdul Malik Hasyim beratnya, “Saya dengar kamu berhasrat merebut khalifah padahal kamu tidak patut mendapatkannya karena ibumu seorang budak.”
Zaid bin Ali menjawab, ucapan anda yang mengatakan bahwa hatiku bernafsu merebut khilafah hanyalah Allah yang mengetahui segala sesuatu yang gaib. Ibuku seorang budak, maka ketahuilah bahwa Ismail adalah putra dari ibu yang juga seorang budak. Dari tulang rusuknya, Allah menciptakan manusia yang paling mulia, yakni Muhammad. Adapun Ishaq dari ibu wanita meredeka, dan dari sulbinya Allah menciptakan Yakub dan dari Yakub lahir bani israil yang sebagian dijadikan kera dan babi.

Mengadili Seorang Badui

Seorang badui yang dituduh melakukan kejahatan dihadapkan kemuka pengadilan. Saat menghadap hakim dia menyodorkan sebuah buku catatan berisi riwayat hidupnya sambil berkata, 
هاؤوم اقرأوا كتابيه

“ambillah, bacalah kitabku ini”
Sang hakim lalu berkata, “itu adalah yang akan diucapkan kelak pada hari kiamat”
Badui tersebut lalu berkata: “Demi Allah, pengadilan ini lebih buruk daripada hari kiamat. Pada hari kiamat disodorkan kebaikan dan keburukan seseorang tetapi anda sekarang ini hanya mengemukakan keburukan saya dan mengabaikan kebaikan-kebaikan saya.

Anda pengunjung yang ke